Penyebab Bayi Prematur

Setiap ibu tentu menginginkan bayinya lahir normal di usia kehamilan yang cukup yaitu antara 39 hingga 40 minggu. Tetapi ada kalanya harapan tersebut tidak dapat terwujud karena ibu harus melahirkan bayinya lebih dini atau disebut kelahiran prematur. Dikatakan kelahiran prematur apabila bayi dilahirkan sebelum waktunya yaitu ketika usianya masih kurang dari 37 minggu di dalam kandungan ibunya dan berat badan lahir bayi jauh dibawah normal kurang dari 2,5 kg, bahkan bisa sangat kecil hingga kurang dari 1 kg. Dengan kondisi semacam itu, menyebabkan organ-organ dalam tubuh bayi yang lahir prematur belum bisa berfungsi secara optimal. Karena itulah bayi prematur rentan mengalami gangguan kesehatan. Perlu Anda tahu, ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi lahir prematur, mulai dari faktor ibu dan kondisi janin dalam kandungan. Dan ternyata, faktor dari sang ibu-lah yang membawa pengaruh cukup besar terhadap penyebab kelahiran prematur ini. Untuk selengkapnya, simak ulasan mengenai faktor penyebab bayi lahir prematur berikut ini bersama ibumuda.com.

  • Kesehatan ibu


Kondisi kesehatan ibu tentu saja berpengaruh besar terhadap kesehatan janin yang sedang dikandung. Ibu yang tidak sehat, misalnya kurang gizi, ibu yang mengalami preeklampsia (hipertensi pada kehamilan), atau bahkan sampai mengalami eklampsia ( hipertensi berat disertai kejang saat hamil), juga ibu yang mengidap penyakit diabetes berpotensi lebih besar untuk melahirkan bayi prematur. Termasuk masalah kesehatan pada organ reproduksi dan kondisi psikologis ibu hamil juga ikut mempengaruhi terjadinya kelahiran prematur. Misalnya ibu mengalami infeksi pada saluran kemih atau adanya kelainan pada rahim atau leher rahim, ketuban pecah sebelum waktunya akibat aktifitas fisik yang berat atau kecelakaan, dan kadar alfa-fetoprotein yang tinggi di trimester kedua kehamilan. Sedangkan untuk kesehatan psikologis, sebisa mungkin ibu hamil menghindari stress, cemas yang berlebihan, hingga depresi. Karena itu semua dapat meningkatkan risiko ibu melahirkan bayi prematur. Hamil di usia terlalu muda atau tua juga rentan melahirkan bayi prematur.

  • Riwayat kehamilan


Jika ibu hamil pernah melahirkan bayi prematur pada kehamilan sebelumnya, pernah keguguran, atau pernah melakukan aborsi, maka risiko untuk kembali melahirkan bayi prematur juga semakin tinggi. Untuk itu, ibu hamil yang memiliki riwayat tersebut perlu lebih waspada dalam menjaga kehamilannya.

  • Kondisi janin


Faktor penyebab kelahiran prematur lainnya adalah kondisi janin di dalam kandungan. Misalnya bayi kembar, gawat janin, atau bayi dengan kalainan bawaan, janin yang pertumbuhannya terhambat, bisa akibat simpul tali pusat yang mengganggu atau karena kekurangan zat gizi, dan adanya infeksi dalam kandungan yang menyebabkan bayi harus dilahirkan secara prematur sebelum waktunya. Untuk itu ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan kandungab secara rutin agar kesehatan janin dan ibu hamil dapat terpantau.

Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab bayi lahir prematur seperti di atas, diharapkan ibu hamil dapat lebih waspada dan senantiasa menjaga kehamilannya agar selalu sehat untuk mencegah terjadinya kelahiran prematur pada bayi yang tentunya tidak diharapkan oleh setiap orangtua.

Comments

Popular posts from this blog

Fаеdаh Вuаh Јаmbu Віјі untuk Κеsеhаtаn

8 manfaat rebung bagi kesehatan tubuh

Cara jitu mengecilkan pori pori wajah