Posts

Showing posts from July, 2015

Cara Meredakan Nyeri Gusi Saat Bayi Tumbuh Gigi

Image
Cara Meredakan nyeri gusi saat bayi tumbuh gigi sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Memang setiap bayi memiliki tumbuh kembang yang berbeda-beda, termasuk di antaranya adalah pertumbuhan gigi pertama si kecil. Biasanya tumbuh gigi pertama bayi dimulai saat usia 6 bulan, tetapi banyak juga bayi yang memiliki pertumbuhan gigi lebih lama. Dan pada saat gigi pertama bayi mulai tumbuh, orangtua pasti akan merasa senang namun juga khawatir karena biasanya bayi yang sedang tumbuh gigi akan menjadi lebih rewel dan sering menangis. Hal itu disebabkan rasa gatal dan nyeri gusi yang dirasakan bayi akibat desakan dari gigi yang akan tumbuh membuat bayi tidak nyaman. Bayi yang sedang tumbuh gigi juga akan menunjukkan tanda-tanda seperti suka mengunyah atau menggigit benda-benda yang dia pegang, mengeluarkan air liur, menolak untuk makan, dan terkadang malah ada yang sampai demam akibat tumbuh gigi. Lalu apa yang harus dilakukan oleh orangtua jika si kecil sedang mengalami tumbuh gigi pertamanya? Si

Cara Meredakan Nyeri Gusi Akibat Tumbuh Gigi Pada Bayi

Setiap bayi memiliki tumbuh kembang yang berbeda-beda, termasuk di antaranya adalah pertumbuhan gigi pertama si kecil. Biasanya tumbuh gigi pertama bayi dimulai saat usia 6 bulan, tetapi banyak juga bayi yang memiliki pertumbuhan gigi lebih lama. Dan pada saat gigi pertama bayi mulai tumbuh, orangtua pasti akan merasa senang namun juga khawatir karena biasanya bayi yang sedang tumbuh gigi akan menjadi lebih rewel dan sering menangis. Hal itu disebabkan rasa gatal dan nyeri gusi yang dirasakan bayi akibat desakan dari gigi yang akan tumbuh membuat bayi tidak nyaman. Bayi yang sedang tumbuh gigi juga akan menunjukkan tanda-tanda seperti suka mengunyah atau menggigit benda-benda yang dia pegang, mengeluarkan air liur, menolak untuk makan, dan terkadang malah ada yang sampai demam akibat tumbuh gigi. Lalu apa yang harus dilakukan oleh orangtua jika si kecil sedang mengalami tumbuh gigi pertamanya? Simak cara efektif meredakan nyeri akibat tumbuh gigi pada bayi berikut bersama ibumuda.com.

Makanan Yang Harus Dihindari Selama Hamil

Selama menjalani proses kehamilan, asupan makanan merupakan bagian yang sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan perkembangan janin dalam kandungannya. Karena itu, ibu hamil wajib tahu jenis-jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari selama masa kehamilan. Jangan sampai ibu hamil salah memilih makanan yang justru dapat membahayakan kesehatan dirinya dan janin yang sedang dikandung. Memang ada banyak sekali mitos-mitos yang berkembang di masyarakat mengenai makanan pantangan bagi ibu hamil yang tidak boleh dikonsumsi selama hamil. Tetapi pada kenyataannya, tidak semua yang dikatakan dalam mitos itu benar. Sehingga, sebagai ibu yang cerdas kita harus mencari tahu terlebih dahulu alasan atau penyebab mengapa makanan-makanan tersebut dilarang dikonsumsi oleh orang hamil sehingga kita semakin yakin untuk menentukan makanan yang harus dihindari selama hamil. Dan di sini, ibumuda akan menjelaskan sedikit mengenai beberapa makanan yang sebaiknya dihindari selama hamil karena dikh

Penyebab Bayi Prematur

Setiap ibu tentu menginginkan bayinya lahir normal di usia kehamilan yang cukup yaitu antara 39 hingga 40 minggu. Tetapi ada kalanya harapan tersebut tidak dapat terwujud karena ibu harus melahirkan bayinya lebih dini atau disebut kelahiran prematur. Dikatakan kelahiran prematur apabila bayi dilahirkan sebelum waktunya yaitu ketika usianya masih kurang dari 37 minggu di dalam kandungan ibunya dan berat badan lahir bayi jauh dibawah normal kurang dari 2,5 kg, bahkan bisa sangat kecil hingga kurang dari 1 kg. Dengan kondisi semacam itu, menyebabkan organ-organ dalam tubuh bayi yang lahir prematur belum bisa berfungsi secara optimal. Karena itulah bayi prematur rentan mengalami gangguan kesehatan. Perlu Anda tahu, ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi lahir prematur, mulai dari faktor ibu dan kondisi janin dalam kandungan. Dan ternyata, faktor dari sang ibu-lah yang membawa pengaruh cukup besar terhadap penyebab kelahiran prematur ini. Untuk selengkapnya, simak ulasan mengenai faktor

Pertolongan Pertama saat Anak Step atau Kejang

Step atau kejang bisa dialami oleh balita apabila mengalami demam tinggi dalam beberapa hari dan tidak kunjung turun. Hal itu tentu membuat hampir setiap orangtua, terutama para ibu menjadi panik yang luar biasa ketika mendapati anak balitanya terserang demam tinggi. Step atau kejang yang sering dialami balita bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan baik fisik maupun mentalnya. Untuk mencegah step atau kejang terjadi pada anak, orangtua perlu tahu tanda-tanda awal atau gejala dari step itu sendiri. Gejala dan tanda-tanda anak step Anak seperti tersedak Air liur keluar terus menerus Kulit anak terlihat menjadi lebih gelap Anak muntah-muntah Untuk sebagian anak bahkan ada yang sampai hilang kesadaran atau pingsan. Itulah beberapa tanda-tanda awal step yang harus diketahui oleh orangtua agar dapat segera melakukan tindakan pertolongan pertama saat anak step atau kejang. Jika tanda dan gejala di atas terjadi, maka inilah cara mengatasi anak step dan kejang yang bisa dilakuka