Pentingnya Mengatur Jarak Kehamilan dan Manfaatnya

Setelah anak pertama lahir dan tumbuh semakin besar, mungkin Anda sudah mulai membayangkan tentang kehadiran anak kedua yang akan lebih meramaikan suasana keluarga. Rencana untuk hamil lagi mungkin juga sudah didiskusikan bersama suami. Dengan segera memberikan adik untuk anak sebelumnya orangtua tentu berharap hubungan adik kakak diantara keduanya akan lebih dekat dan akrab satu sama lain.




[caption id="" align="alignright" width="320"]cara mengatur jarak kehamilan pentingnya mengatur jarak kehamilan[/caption]

Tetapi nyatanya melahirkan dengan jarak yang terlalu dekat atau pun terlalu jauh dapat memberikan dampak yang buruk terhadap fisik maupun psikologis dari anak dan ibu itu sendiri. Terutama dalam hal kesehatan. Jarak kehamilan yang terlalu dekat akan sangat berpengaruh terhadap pemulihan kesehatan ibu setelah menjalani proses melahirkan, terutama bagi ibu yang melahirkan dengan jalan operasi caesar (baca: Tips Jitu Melahirkan Secara Normal Tanpa Operasi Caesar). Karena pemulihan pasca operasi caesar ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk itu, sangat penting bagi suami dan istri untuk merencanakan dan mengatur jarak kehamilan yang ideal. Jarak yang dapat dikatakan cukup ideal untuk perencanaan kehamilan berikutnya adalah 2 hingga 5 tahun setelah kelahiran anak sebelumnya. Pentingnya mengatur jarak kehamilan karena akan berpengaruh terhadap janin yang dikandung nantinya. Selain itu, banyak pula manfaatnya bagi ibu dan anak apabila berhasil mengatur jarak kehamilan yang ideal.



Manfaat mengatur jarak kehamilan


1. Memulihkan kesehatan ibu setelah melahirkan


Setelah melahirkan, kondisi fisik dan kesehatan ibu mengalami banyak perubahan. Butuh waktu setidaknya 2 tahun untuk dapat memulihkannya kembali. Termasuk kesiapan rahim dan stamina ibu untuk kehamilan berikutnya, karena stamina ibu pasti berkurang setelah memiliki anak dan mengurusnya selama ini. Bagi ibu yang melahirkan anak sebelumnya dengan jalan operasi caesar, tentu membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk proses pemulihannya. Dan untuk perencanaan kehamilan berikutnya sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Ibu dengan riwayat penyakit seperti hipertensi dan diabetes sangat penting untuk menjaga kesehatan karena beresiko tinggi pada kehamilan nantinya.


2. Menghindari berbagai resiko kesehatan ibu dan janin pada kehamilan berikutnya


Kondisi rahim dan stamina ibu yang telah siap untuk hamil lagi akan meminimalkan berbagai resiko kesehatan yang mungkin dialami bayi nantinya seperti kelainan pada janin dan resiko berat badan bayi lahir kurang dari normal. Selang waktu tersebut juga memungkinkan persiapan untuk produksi ASI lebih optimal nantinya. Kemungkinan resiko kekurangan zat besi bagi ibu pada kehamilan berikutnya yang menjadi penyebab terjadinya anemia akut saat hamil juga dapat dihindari. Kemungkinan stress saat hamil juga makin berkurang. Bahkan menghindari terjadinya resiko sistem kardiovaskular menjelang proses persalinan akibat kondisi ibu yang belum benar-benar pulih setelah proses melahirkan anak sebelumnya. Cadangan makanan untuk janin juga sudah dapat dibentuk dengan maksimal.


3. Mengurangi resiko kekurangan nutrisi pada anak sebelumnya


Jarak kehamilan yang terlalu dekat apalagi saat kondisi anak sebelumnya masih menyusu maka kualitas dari Air Susu Ibu yang diminum akan menurun. Penyapihan mendadak yang dilakukan dan tidak diimbangi dengan pemenuhan nutrisi dari berbagai asupan makanan untuk anak sebelumnya juga dapat membuat anak kekurangan banyak zat gizi dan nutrisi penting yang dibutuhkan dalam masa tumbuh kembangnya. Proses penyesuaian diri Anak untuk tidak lagi minum ASI juga berbeda-beda, terkadang dapat membuatnya rewel dan tidak mau makan.


4. Menjaga hubungan ibu dengan anak


Mengatur jarak kehamilan yang ideal juga mempengaruhi psikologis ibu dan anak. Kehadiran adik yang terlalu cepat dapat membuat anak kehilangan sejumlah perhatian dan kasih sayang dari ibunya. Anak yang belum siap menerima kehadiran adiknya juga akan membuat ibu kerepotan untuk menjaga keduanya. Sedangkan jarak yang terlalu jauh juga akan membuat hubungan kakak adik yang terjalin menjadi kurang erat.


Untuk itu sangat penting mengatur jarak kehamilan ideal karena banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan oleh ibu dan anak. Kesiapan dari masing-masing anggota keluarga serta faktor ekonomi juga termasuk hal yang harus dipertimbangkan untuk mengatur jarak kehamilan.

Comments

Popular posts from this blog

Fаеdаh Вuаh Јаmbu Віјі untuk Κеsеhаtаn

Cara alami mengatasi diare dengan cepat

8 manfaat rebung bagi kesehatan tubuh