Panduan Merawat Bayi Baru Lahir


Bagi seorang wanita yang baru saja menjadi seorang “Ibu” tentunya begitu bahagia dengan hadirnya si Buah hati di tengah-tengah keluarga, dan tentu saja pengalaman pertama untuk merawat si Kecil ini bukanlah hal yang mudah. Seorang ibu baru perlu banyak belajar untuk merawat dan menjaga si Kecil dengan baik dari semenjak baru lahir agar selalu sehat dan tumbuh dengan baik. Kulit bayi baru lahir yang begitu lembut sangat rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, untuk itu perlu dijaga kebersihannya dan dirawat dengan benar dan hati-hati. Lalu bagaimana cara merawat bayi baru lahir yang benar dan bagian-bagian tubuh mana saja yang perlu perhatian khusus dalam merawatnya? Ini dia yang Bunda perlu tau.


1. Cara merawat dan membersihkan tali pusat


Merawat dan membersihkan tali pusat pada bayi baru lahir harus hati-hati, karena bagian ini merupakan bagian yang sangat rentan terkena infeksi. Berikut ini cara merawat tali pusat bayi baru lahir :




  • Tali pusat dan daerah di sekitarnya harus diusahakan selalu dalam kondisi kering. Karena kondisi yang lembap pada daerah ini akan memudahkan jamur serta infeksi menyerang, juga akan menjadikan tali pusat tersebut semakin lama terlepas.

  • Setelah mandi, keringkan bagian tubuh bayi dengan menggunakan handuk yang bersih dan halus, dan khusus pada daerah tali pusat bayi keringkan dengan menggunakan kain kasa steril, jangan memberi ramuan apa pun pada pangkal tali pusat, dan biarkan tetap terbuka.

  • Ketika bayi buang air, buka dan lipat popok ke arah belakang agar kotoran dan air kencingnya tidak mengenai tali pusat bayi.

  • Bunda harus selalu memantau kondisi tali pusat bayi, jika ada tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan dan bau tak sedap, segera periksa ke bidan atau dokter.


2. Perawatan mata bayicara merawat bayi baru lahir


Pada mata bayi yang baru lahir, saluran air matanya masih belum terbuka dan belum berfungsi dengan semestinya. Karena itu pada mata bayi baru lahir sering terdapat kotoran dan tahi mata yang dapat mengganggu kenyamanan serta keindahan matanya. Kotoran-kotoran ini disebabkan oleh kuman sehingga dapat membahayakan kornea mata si kecil. Untuk itulah mata bayi baru lahir perlu dibersihkan dengan cara yang benar. Bunda tidak perlu khawatir, karena untuk membersihkan mata si Kecil tidaklah terlalu sulit.




  • Bunda dapat membersihkan mata si Kecil tiap pagi dan sore, atau bersamaan dengan waktu mandinya.

  • Sebelum memegang dan membersihkan mata bayi, sebaiknya cuci tangan Bunda terlebih dahulu agar kuman yang ada di tangan tidak berpindah ke mata bayi.

  • Untuk membersihkan kotoran yang ada di mata bayi, gunakan kapas bulat yang telah dicelupkan ke dalam air hangat.

  • Usapkan perlahan satu arah dari arah dalam ke luar, jangan bolak balik dan gunakan kapas hanya untuk sekali usap pada setiap mata. Ini bertujuan agar kotoran yang menempel di kapas tadi tidak kembali mengenai mata, dan juga menghindari mata yang satu terkontaminasi dengan kuman dari mata yang lain.

  • Jika kotoran pada mata bayi tidak juga hilang dan selalu muncul lagi meskipun Bunda sudah rajin untuk membersihkannya, maka perlu dilakukan pemeriksaan oleh bidan atau dokter, karena kemungkinan mata bayi Anda terkena infeksi kuman yang lebih serius dan perlu dilakukan penanganan medis.


3. Cara merawat telinga bayi


Seperti mata, telinga bayi juga perlu dibersihkan agar terlihat sehat dan karena telinga merupakan organ vital yang penting. Untuk membersihkan telinga bayi ini memang agak sulit, karena bayi akan selalu menggerak-gerakan kepalanya ketika telinganya disentuh. Membersihkan telinga juga hanya boleh dilakukan di bagian luarnya saja, sedangkan pada bagian dalam harus dilakukan oleh dokter yang sudah ahli untuk membersihkan kotoran yang keras di dalam telinga. Untuk membersihkan bagian luar dan daun telinga dapat dilakukan ketika mandi. Caranya adalah:




  • Gunakan waslap yang telah dibasahi dengan air hangat, dan beri sedikit sabun bayi. Angkat sedikit kepala bayi agar air tidak masuk ke dalam lubang telinga, usap daun telinga hingga ke bagian belakang menggunakan waslap tadi, kemudian bilas hingga bersih.

  • Atau gunakan kapas bulat yang dicelup dengan air hangat untuk membersihkan bagian luar telinga bayi sampai ke bagian  “pintu” lubang telinga, dan jangan lupa juga pada setiap lekuk-lekukan telinga.

  • Setelah itu keringkan dengan handuk kecil yang lembut.


4. Membersihkan kulit bayi


Kulit bayi yang lembut dan sensitif perlu dirawat dan dijaga kebersihannya. Mandi minimal satu kali sehari sudah cukup untuk bayi baru lahir karena pada kondisi ini bayi memang belum tahan terhadap dingin. Sebaiknya pilihlah sabun bayi yang mengandung pro vitamin B5 untuk merawat kesehatan kulit bayi, memberi rasa nyaman dan membuat kulit bayi tetap halus. Untuk melembapkan kulit bayi, gunakan baby oil yang mengandung vitamin E. Karena vitamin E ini akan menjadikan kulit bayi tetap halus, lembut, dan terhindar dari lecet. Sedangkan untuk menghindari biang keringat, maka temperatur ruangan harus benar-benar terjaga dan sirkulasi udara harus lancar. Gunakan bedak khusus untuk bayi, dan pilihlah juga yang mengandung pro vitamin B5 agar kulit bayi tetap halus dan lembut. Kemudian pada jam-jam yang panas, biasanya bayi akan banyak mengeluarkan keringat. Hal ini dapat diantisipasi dengan cara mengelapnya menggunakan kapas yang telah dibasahi dengan air hangat atau dapat juga menggunakan tisu basah non-alkohol. Terutama di daerah lipatan-lipatan yang tersembunyi.


5. Merawat dan membersihkan kulit kepala


Hal yang paling sering dialami oleh bayi pada kulit kepalanya adalah munculnya cradle crap atau kerak di kulit kepala. Biasanya hal ini akan membuat para Bunda khawatir dan tentunya dapat mengurangi penampilan si kecil. Sebenarnya kerak ini tidak berbahaya, munculnya kerak di kulit kepala ini adalah akibat terkena polusi dan debu, penggunaan bedak yang berlebihan juga dapat menimbulkan kerak di kulit kepala bayi. Cara membersihkannya dapat dilakukan menggunakan baby oil, diamkan kurang lebih sekitar 10-15 menit, pijat dengan lembut, lalu dilanjutkan dengan mencucinya dengan air hangat. Yang perlu diperhatikan adalah jangan melakukannya secara keras dan kasar, karena jika sampai kulit kepala lecet dan berdarah dapat menyebabkan infeksi dan berbahaya. Jaga kulit kepala bayi agar tetap kering dan sejuk agar kerak di kulit kepala tidak semakin parah, hindari terlalu sering memakaikan topi karena akan memicu banyak keringat.


6. Merawat rambut bayi


Untuk perawatan rambut bayi baru lahir, Bunda dapat mengeramasinya cukup dua kali dalam seminggu. Gunakan sampo khusus untuk bayi yang mengandung pro vitamin B5 agar rambut bayi tetap sehat, mudah diatur, dan bercahaya. Untuk membuat rambut bayi semakin tebal dan hitam, gunakan sampo yang mengandung ekstrak tanaman seledri. Caranya, basahi rambut bayi dengan semprotan halus atau dengan mengusapnya menggunakan air hangat, tuangkan satu sampai dua tetes sampo bayi lalu gosok perlahan sampai berbusa. Kemudian bilas sampai bersih dengan cara menyemprotkan air secara halus atau membasuhnya dengan beberapa cangkir air. Hindari jangan sampai sampo dan air bilasan mengenai mata bayi. Setelah keramas, jangan lupa untuk merawat rambut bayi dengan hair lotion untuk merangsang pertumbuhan rambut.


7. Merawat hidung


Hidung bayi baru lahir yang begitu mungil perlu dirawat dan dijaga kebersihannya. Namun perlu berhati-hati, jangan menggunakan cotton buds atau tisu yang digulung kecil, atau bahkan menggunakan jari tangan Anda untuk mengeluarkan kotoran yang ada di dalam hidung bayi. Hal itu sangat berbahaya, karena justru dapat membuat kotoran semakin masuk ke dalam. Selain itu, jika tidak hati-hati banda-benda tersebut juga dapat melukai membran pembatas hidung yang peka. Jika bayi kecil Anda mengalami flu dan hidungnya mengeluarkan banyak lendir tentu akan mengganggu pernafasannya. Bunda dapat menggunakan aspirator hidung bayi atau dapat juga mengisapnya sendiri dengan lembut. Untuk mengisapnya harus dilakukan secara bergantian, tutup sebelah lubang hidung dengan jari, kemudian hisap lubang sebelahnya. Jangan pernah menghisap kedua lubang hidung secara bersama-sama karena akan berbahaya, lendir dapat naik ke telinga tengah dan membuatnya infeksi.


8. Perawatan mulut bayi


Mulut bayi baru lahir sebenarnya tidak memerlukan perawatan khusus, endapan susu yang sering dijumpai di permukaan lidah bayi juga tidak perlu dibersihkan dengan menggunakan kain kasa yang dibasahi dengan air matang, karena salah-salah justru dapat membuat lidah bayi lecet. Endapan susu ini akan hilang dengan sendirinya setelah bayi berumur 3 bulan, atau setelah bayi mulai makan makanan padat. Yang perlu diperhatikan adalah kebersihan tangan Bunda ketika akan menyentuh mulut si kecil.


9. Perawatan kuku bayi


Meskipun terlihat mungil, tipis, dan halus, kuku bayi yang panjang dapat melukai wajah dan matanya. Untuk itu perlu dipotong dan dirapikan, caranya adalah:




  • Kuku bayi harus rajin dipotong, paling tidak seminggu sekali karena pertumbuhan kuku bayi jauh lebih cepat dibanding kuku orang dewasa.

  • Kuku bayi dapat dipotong pada saat bangun atau saat tidur di siang hari, gunakan gunting kuku khusus untuk bayi yang berujung tumpul untuk menghindari kulit ikut tergunting, pegang telapak tangan bayi dengan tangan kiri kemudian lebarkan jarak antar jari-jarinya. Gunting kuku bayi secara perlahan dengan tangan kanan. Gunakan kapas yang dibasahi air hangat untuk membersihkan kotoran yang ada dibalik kukunya.

  • Meskipun sudah berhati-hati, terkadang masih saja terjadi kecelakaan kecil yang membuat kulit bayi terluka. Jangan panik, segera bersihkan luka tersebut dengan kapas yang telah diberi antiseptik.

  • Perlu diingat, jangan sekali-kali memotong kuku bayi dengan cara mengelupasnya atau menggunakan gigi Anda. Karena selain kuman dalam mulut dapat berpindah ke kulit bayi, tanpa sadar Bunda juga dapat melukai kulitnya atau memotong kukunya terlalu dalam.


10. Merawat dan membersihkan pantat bayi


Pantat bayi termasuk daerah paling rawan dan mudah sekali terkena iritasi karena itu sangat penting dijaga kebersihannya. Daerah ini hampir selalu bersinggungan dengan keadaan popok yang basah baik karena air kencing ataupun tinja, dan gesekan-gesekan dengan baju atau popok dapat membuat ruam-ruam kemerahan dan gatal-gatal di area pantat bayi. Untuk mencegahnya adalah dengan menjaga daerah pantat bayi ini harus selalu kering dan bersih, jangan terus menerus memakaikan diapers pada bayi Anda, gunakan seperlunya saja hanya pada saat akan bepergian. Selain itu, sebaiknya gunakan popok kain. Saat memakaikan diapers bagian paha juga harus dikendurkan agar ada ventilasi udara, dan seringlah mengganti diapers terutama setelah bayi buang air untuk menjaga pantatnya agar tetap kering. Jika ruam-ruam kemerahan pada pantat bayi tidak juga membaik, dan timbul bintil-bintil kecil atau lecet di pantatnya semakin parah, segera hubungi bidan atau dokter untuk mendapat pengobatan lebih lanjut.



Comments

Popular posts from this blog

Fаеdаh Вuаh Јаmbu Віјі untuk Κеsеhаtаn

Cara alami mengatasi diare dengan cepat

Cara jitu mengecilkan pori pori wajah